Kunjungi BLOG Saya yang Lain JUAL INTERNET MURAH

Reaksi Obat yang tidak dikehendaki

24 November 2009 A.J.I 4 komentar

Reaksi Obat yang Tidak diKehendaki

Interaksi Obat

Suatu fenomena yang terjadi pada pasien bila efek yang terjadi pada suatu obat berubah tidak seperti yang harapkan.

Karena

-          Adanya obat lain

-          Adanya keadaan patologis

-          Adanya makanan dan minuman

-          Adanya perubahan fisiologi

“kontraindikasi termasuk dalam interaksi obat yaitu obat dengan penyakit tertentu”

Mekanisme interaksi

-          Interaksi farmasetis

-          Interaksi farmakokinetik

-          Interaksi farmakodinamik Read more…

Adakah obat untuk HIV?

23 November 2009 A.J.I 1 comment

Adakah obat untuk HIV?

Tidak. Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.

Jenis pengobatan dan perawatan apakah yang tersedia?

Pengobatan dan perawatan yang ada terdiri dari sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat-obatan antiretroviral.

Apakah obat anti retroviral itu?

Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.
Read more…

Didanosin

23 November 2009 A.J.I 1 comment

Pronunciation: (dye-DAN-oh-seen)
Class: Nucleoside reverse transcriptase inhibitor

Trade Names:
Videx
- Powder for oral solution, pediatric 2 g
- Powder for oral solution, pediatric 4 g

Trade Names:
Videx EC
- Capsules, delayed-release (with enteric-coated beadlets) 125 mg
- Capsules, delayed-release (with enteric-coated beadlets) 200 mg
- Capsules, delayed-release (with enteric-coated beadlets) 250 mg
- Capsules, delayed-release (with enteric-coated beadlets) 400 mg

Pharmacology

menghambat replikasi virus dengan mengganggu transkripsi DNA virus Read more…

Categories: Zat Aktif Obat

Permasalahan Terapi HIV

22 November 2009 A.J.I 3 komentar

Sekarang ini, infeksi HIV dapat dianggap serupa dengan penyakit menahun yang dapat diterapi selama bertahun-tahun. Berapa lama ODHA minum ARV? Sampai sekarang ini, ARV perlu diminum dalam jangka panjang atau bertahun-tahun seperti pada terapi darah tinggi (hipertensi) atau kencing manis (diabetes). Kombinasi obat ARV tidak hanya secara konsisten menekan jumlah HIV, namun juga secara bermakna memperlambat progresifitas penyakit. Manfaat perbaikan harapan hidup. Pemantauan jumlah sel LIMFOSIT CD4 di dalam darah merupakan indikator yang dapat dipercaya untuk memantau beratnya kerusakan kekebalan tubuh akibat HIV, dan memudahkan kita untuk mengambil keputusan memberikan pengobatan ARV kombinasi apa.

Teknik yang canggih dan bisa dipercaya untuk menghitung HIV di dalam darah, saat ini sudah didapatkan. Cara tersebut, yaitu menghitung VIRAL LOAD dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) memudahkan kita untuk memantau efektivitas obat ARV. di Jakarta, tes CD4 dan Viral Load dapat dikerjakan antara lain di RS Cipto Mangunkusumo, Divisi Hematologi Onkologi Medik, Penyakit Dalam dan di RS Kanker Dharmais.

Walaupun kemajuan pengobatan HIV bisa dikatakan amat pesat dan impresif, namun masih ada beberapa kendala yang dijumpai antara lain putus obat. masalah pertama adalah kepatuhan pasien Untuk mencegah putus obat yang sering berakibat fatal,  anggota keluarga yang lain perlu aktif memantau keteraturan minum obat dan juga motivasi agar tidak lupa minum ARV. Read more…

Alat Deteksi HIV

22 November 2009 A.J.I 1 comment

Cara Kerja

Cara Penggunaan rapid test ini adalah :
Untuk Spesimen darah (dengan lancet)
Tusuk jari dengan lancet steril.
Ambil 20 µl darah dengan pipet kapiler (hingga garis hitam).
Teteskan 20 µl darah ke dalam wadah spesimen.
Teteskan 4 tetes assay diluent ke dalam wadah spesimen.

Darah (dengan venipuncture), Plasma atau serum
Masukkan 10 µl plasma atau serum (20 µl darah) ke dalam wadah spesimen.
Teteskan 4 tetes assay diluent kedalam wadah spesimen

Jika pada kolom bertanda C (Control) dan kolom bertanda angka 1 muncul garis berwarna merah maka dapat dinyatakan positif HIV tipe 1, sedangkan jika muncul garis di angka 2 dapat dinyatakan positif HIV tipe 2, namun jika hanya satu garis saja pada colom C (Control) saja maka pasien dapat dinyatakan negatif HIV. Perlu diperhatikan, jika dalam colom C tidak keluar garis maka hasil tes dinyatakan invalid. Read more…

Lamivudin

( 3TC ) Pronunciation: (la-MIV-ue-deen)
Class: Nucleoside reverse transcriptase inhibitor

Trade Names:
Epivir
- Tablets 150 mg
- Tablets 300 mg
- Solution, oral 10 mg/mL

Trade Names:
Epivir-HBV
- Tablets 100 mg
- Solution, oral 5 mg/mL

Heptovir (Canada)

Pharmacology

Inhibits replication of HIV and hepatitis B virus (HBV). Read more…

Categories: Zat Aktif Obat Tag:, , ,

Stavudin

21 November 2009 A.J.I 4 komentar

Stavudine

stavudin atau Zerit adalah salah satu obat yang digunakan untuk melawan human immunodeficiency virus (HIV)-yang mematikan penyebab AIDS. Biasanya diresepkan untuk orang-orang yang telah memakai terapi anti HIV untuk jangka pajang. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, perlahan-lahan menghancurkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Zerit membantu mencegah serangan dengan mengganggu kemampuan virus untuk bereproduksi.

How should you take Stavudine?

berikan stavudin setiap 12 jam, sangat penting dalam menjaga kosentrasi obat dengan jumlah konstan untuk memaksimalkan terapi. perhatian khusus !!!

* Jika Anda ketinggalan satu dosis … atau lupa meminum 1 dosis dalam 1 hari
minum segera tapi Jika hampir medekati waktu untuk dosis berikutnya, lewati saja kembali ke jadwal rutin. Jangan minum 2 dosis sekaligus dalam 1 pemakaian stavudin. Read more…

Zidovudine

20 November 2009 A.J.I 1 comment

Zidovudine

antiRetrovirus yang diresepkan untuk orang dewasa yang terinfeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV). HIV menyebabkan sistem kekebalan tubuh rusak sehingga tidak bisa lagi merespons secara efektif terhadap infeksi, yang menyebabkan penyakit fatal yang dikenal sebagai sindrom defisiensi imun (AIDS). antiRetrovirus ini  memperlambat perkembangan HIV. antiRetrovirus ini juga diresepkan untuk anak-anak yang terinfeksi HIV lebih dari 3 bulan yang memiliki gejala HIV atau yang tidak mempunyai gejala tetapi, melalui pengujian menunjukkan gangguan terkait imunitas dengan parameter jumlah sel CD4. Read more…

“Buktikan kamu pantas dapat itu”

19 November 2009 A.J.I 3 komentar

“Buktikan kamu pantas dapat itu”, bagaimana anda menanggapinya?? Sebenarnya itu merupakan kata-kata sindiran atau penyemangat aku sendiri tidak mengerti, mungkin jika dikatakan dengan nada keras atau ditulis dengan tanda (!!!) akan bermakna menyindir bagi sebagian orang dan mungkin saja dengan tanda seru seperti itu tidak dianggap sebagai sindiran malah sebaliknya sebagai kata-kata penyemangat. “Buktikan kamu pantas dapat itu” bila dikatakan oleh orang special bagi kita mungkin akan berarti sebagai “tamparan” semangat untuk menjadi lebih baik dari apa yang sudah didapatkan. Suatu saat aku berpikir “apa,siapa,bagaimana aku bisa mendapatkan semangat itu lagi” semangat untuk mengejar cita-citaku,semangat untuk merubah kehidupanku dan semangat untuk setidaknya orang lain akan tersenyum untukku.arti kata semangat begitu kompleks ga semua orang bisa memahaminya dengan seketika walaupun terdengar gampang.

Read more…

Categories: Ngalor-Ngidulz

Sekilas Sejarah HIV/AIDS

18 November 2009 A.J.I 8 komentar

Sekilas Sejarah HIV/AIDS

Gejala-gejala penyakit yang diduga terjadi akibat infeksi virus yang bersifat menurunkan kekebalan tubuh dan mengarah kepada infeksi akibat HIV, sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1953 di Afrika. Namun demikian, saat itu temuan tersebut tidak begitu serius ditindaklanjuti. Kasus infeksi virus tersebut baru mulai mendapat perhatian serius ketika pada tahun 1981 ditemukan beberapa kasus pasien dengan gejala-gejala yang sama, mengarah pada menurunnya kekebalan tubuh. Kasus tersebut awalnya ditemukan pada beberapa pemuda yang memiliki kecenderungan perilaku homoseksual. Gejala-gejala dominan yang ditemukan adalah terkait dengan pneumonia yang khas, yaitu Pneumocystis carinii pneumonia, dan penyakit keganasan yang juga khas, yaitu sarkoma Kapossi. Setahun kemudian, pada tahun 1982, CDC (Centre for Disease Controll and Prevention) di Amerika menamai penyakit dengan gejala-gejala tersebut dengan nama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Setahun berikutnya, pada tahun 1983, penyebab dari penyakit tersebut ditemukan berupa suatu virus yang pada awal ditemukannya dikenali sebagai virus HTLV (Human T-Lymphotropic Virus), dan selanjutnya diberi nama HIV (Human Immunodeficiency Virus). Read more…

Categories: Catatan Kuliahku Tag:,